Sabtu, 21 Mei 2016

Bid'ah kok ada yg baik?


Syubhat:
Riwayat pengumpulan alqur'an :

إِنِّي أَرَى أَنْ تَأْمُرَ بِجَمْعِ الْقُرْآنِ قَالَ: قُلْتُ: كَيْفَ أَفْعَلُ شَيْئًا لَمْ يَفْعَلْهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟! فَقَالَ عُمَرُ: هُوَ وَاللَّهِ خَيْرٌ فَلَمْ يَزَلْ يُرَاجِعُنِي فِي ذَلِكَ حَتَّى شَرَحَ اللَّهُ صَدْرِي لِلَّذِي شَرَحَ لَهُ صَدْرَ عُمَرَ وَرَأَيْتُ فِي ذَلِكَ الَّذِي رَأَى

Menurutku( umar) hendaknya engkau memerintahkan untuk mengumpulkan al-Qur'an." Lalu aku (Abu Bakar) berkata, "Bagaimana aku melakukan suatu perbuatan yang tidak dikerjakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam?". Maka Umar berkata, "Demi Allah ini adalah perbuatan yang baik". Dan Umar terus menasehati aku untuk melakukannya hingga akhirnya Allah melapangkan dadaku terhadap perkara yang Allah telah melapangkan dada Umar terhadapnya. Dan aku lalu berpendapat sebagaimana pendapat Umar"
(HR Al-Bukhari no 4679, At-Thirmidzi no 3103, Ibnu Hibban no 4506)

Jadi yg menyatakan bid'ah itu baik adalah umar kholifah kedua.

Jawab:
perhatikan baik-baik:
 كَيْفَ أَفْعَلُ شَيْئًا لَمْ يَفْعَلْهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟!
"Bagaimana aku melakukan suatu perbuatan yang tidak dikerjakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam?"

Apakah ini bid'ah secara istilah bahasa atau syar'i ?

[Definisi Secara Bahasa]

Bid’ah secara bahasa berarti membuat sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya. (Lihat Al Mu’jam Al Wasith, 1/91, Majma’ Al Lugoh Al ‘Arobiyah-Asy Syamilah)
Imam Al-'Iz bin 'Abdissalam berkata :

هِيَ فِعْلُ مَا لَمْ يُعْهَدْ فِي عَهْدِ الرَّسُوْلِ

((Bid'ah adalah mengerjakan perkara yang tidak ada di masa Rasulullah)) (Qowa'idul Ahkam 2/172)

Imam An-Nawawi berkata :

هِيَ إِحْدَاثُ مَا لَمْ يَكُنْ فِي عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ

((Bid'ah adalah mengada-ngadakan sesuatu yang tidak ada di masa Rasulullah)) (Tahdzibul Asma' wal lugoot 3/22)
Ini semua adalah Lebih dekat disebut bid'ah secara Lughoh/bahasa bukan secara syar'i
tidak ada satupun salafi yg menyatakan tidak ada dizaman nabi itu langsung bid'ah,harus dicek dulu.
Jadi salah besar jika mengira itu bid'ah secara syar'i
Definisi bid’ah secara istilah Syar'i adalah seperti yang dikemukakan oleh Al Imam Asy Syatibi dalam Al I’tishom. Beliau mengatakan bahwa bid’ah adalah :

عِبَارَةٌ عَنْ طَرِيْقَةٍ فِي الدِّيْنِ مُخْتَرَعَةٍ تُضَاهِي الشَّرْعِيَّةَ يُقْصَدُ بِالسُّلُوْكِ عَلَيْهَا المُبَالَغَةُ فِي التَّعَبُدِ للهِ سُبْحَانَهُ

Suatu istilah untuk suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat (tanpa ada dalil, pen) yang menyerupai syari’at (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika menempuhnya adalah untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala.
Ada satu kaidah yang sangat penting (dalam mengenal bid’ah) yang perlu kita perhatikan sebagai berikut :

إذا تَرَكَ الرسول صلى الله عليه وسلم فعل عبادة من العبادات مع كون موجبها وسببها المقتضي لها قائمًا ثابتًا ، والمانع منها منتفيًا ؛ فإن فعلها بدعة

”Apabila Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam meninggalkan satu ibadah dari jenis-jenis ibadah yang ada, padahal faktor dan sebab yang menuntut dikerjakan ada, sementara faktor penghalangnya tidak ada, maka melaksanakan ibadah tersebut adalah bid’ah”.

Ada dua kata kunci di sini, yaitu :

1.          Keberadaan faktor dan sebab yang menuntut dilakukannya amalan tersebut.

2.          Ketiadaan faktor penghalang untuk mengerjakan amalan tersebut.

dari Kaidah syaikh al-jizaaniy. beliau menyebutkannya pada kaedah keempat
Jadi itu belum mencapai standar bid'ah secara syar'i.

Tidak ada komentar: