Selasa, 19 April 2016

Kesalahan pengucapan jazaakallohu khoiron


جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا
Dibaca “jazakallahu khairan” atau bila di perinci panjang pendeknya ditulis, “JazaakAllaahu Khairan”, yang maknanya adalah “Semoga Allah membalas dengan kebaikan.
Karena khoir disitu posisi nashob yg ketika nakiroh dibaca fathah tanwin.tidak bisa dihilangkan alifnya baik dalam penulisan  maupun pengucapan.
Jadi kurang tepat pengucapan:
جزاك الله خير  tanpa fathan tanwin
apakah dalam pemunculan huruf alif yang menjadi penanda nashob pada mufrod nakiroh harus dihilangkan begitu saja ketika kita membaca,
setahu saya wajib kita baca jadi harus khoiro atau khoiron, adapun khoir maka tidak ada pilihan lain selain sebagai rafa’ atau jar dan tidak mungkin sebagai nashob,
dan kalau ini terjadi maka kesalahan fatal dalam arti, justru hikmah dari dimunculkan alif pada nashob adalah sebagai pembeda dari i’rob yang lain,,
dan juga ada catatan penting bagi isim yang diakhiri dengan hamzah dan berkedudukan sebagai nashob maka tetap dibaca a nya
contoh nidaa a (نداء ) albaqoroh 171, barang siapa yang membaca nidaaa saja maka dia salah besar dan merubah arti,,
dan faidah ini pun juga berlaku bagi khoiron
Syubhat: akan tetapi begitulah yang sekarang dipraktekkan dalam percakapan orang arab, mereka biasa mengucapkan khair saja bahkan mereka mengucapkannya dengan “kheir”.
Jawab:kheir yang antum maksudkan itu jikalau ada yang bertanya kayfa haaluk maka terkadang disingkat dengan kheir, karena emang boleh (dalam hal ini berkedudukan majrur karena aslinya adalah alhamdulillah ana bikhoir) dan penyebutan ‘e’ itu sendiripun karena penggunaan suuqiyah dalam bahasa arab.
Jadi tidak benar pengucapan khoiron dg kheir saja.

Tidak ada komentar: