Jumat, 24 Juni 2016

Memulai lebih sulit dari melanjutkan


Kaedah ini dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin dengan lafazh,

الاستدامة أقوى من الإبتداء

“Meneruskan itu lebih kuat daripada memulai.” (Syarhul Mumti’, 7: 156).

Ibarat lain diungkapkan oleh ulama lainnya seperti dari Ibnu Nujaim dalam Al Asybah wan Nazhoir dengan ungkapannya,

البقاء أسهل من الإبتداء

“Tetap (melanjutkan) itu lebih mudah daripada memulai.”

Ibnu As Subkiy dalam Al Asybah wan Nazhoir juga berkata,

يغتفر في الدوام ما لا يغتفر في الإبتداء

“Sesuatu yang dilanjutkan itu dimaafkan, namun tidak dimaafkan ketika memulai.”

Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al Fatawa (32: 148) mengungkapkan,

وَالدَّوَامُ أَقْوَى مِنْ الِابْتِدَاءِ

“Meneruskan lebih kuat daripada memulai.”

Tidak ada komentar: