Senin, 13 Juni 2016

Hoax:saudi dituduh melegalkan warung buka siang ramadhan


Sehari yang lalu media sosial dibuat kaget dengan beredarnya foto sebagian jamaah di Mekkah yang makan ‘sembarangan’ di siang Ramadhan.

“Siang hari Ramadan di Pelataran Masjidil Haram beberapa jamaah dan pekerja terlihat bebas menyantap makanan dan warung tetap saja buka melayani pelanggan tanpa khawatir terjadi sweeping .”

Begitu pernyataan seorang tokoh melalui media sosial. Kontan saja, tidak sedikit warga jejaring sosial yang membaginya. Hal tersebut dipicu adanya aksi sweeping yang dilakukan oleh satpol PP terhadap Saeni (53), warga Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang, Kota Banten, pada Rabu (8/6) lalu.

“Lalu Serang mencontoh siapa?” demikian respon pengguna media sosial lain.

Apakah Masjidil Haram sebegitu ‘bebas’ tanpa rambu-rambu penghormatan terhadap orang yang berpuasa?

Penulis mencoba untuk cek dan ricek kebenaran tersebut dengan menghubungi muslim Indonesia yang sedang ada di Masjidil Haram, Mekah, Saudi Arabia.

“Tidak (tidak ada warung buka dan melayani pelanggan). Di Mekah, (warung makan) buka setelah Maghrib atau Isya,” kata Fahmi Alkautsar kepada penulis, Senin (13/6).

Fahmi yang berprofesi sebagai penerjemah khutbah Jum’at para masyayikh di Masjidil Haram dari bahasa Arab ke bahasa Melayu dan bahasa Indonesia itu mengatakan hal tersebut adalah tuduhan belaka.

“Kabar tersebut fitnah. Nggak benar. Foto-foto itu gambar lama, bukan bulan Ramadhan,” lanjut Fahmi sudah lama berada di Mekah.

Setali tiga uang dengan Fahmi, Ahmad Musyaddad yang juga berprofesi sebagai penerjemah di sana mengatakan bahwa kabar tentang pekerja bebas menyantap makan di siang Ramadhan itu tidak benar.

“Tidak benar. Di sini hai’ah amar ma’ruf dan nahi munkar sangat ketat. Mengawasi hal-hal yang tidak syar’i. Apatah lagi pelanggaran yang dilakukan secara terbuka. Jangankan bulan Ramadhan, di luar Ramadhan saja jika sudah saatnya azan semua toko tutup rapat,” kata Musyaddad di hari yang sama.
http://bersamadakwah.net/jamaah-masjidil-haram-bebas-makan-di-siang-ramadhan-itu-fitnah/

Suasana Ramadhan Di Saudi Arabia

Ramadhan kharim…! Ramadhan penuh kasih sayang!. Itulah yang terlihat di Saudi Arabia, negeri dimana telah bertahun-tahun saya mencari penghasilan/devisa buat keluarga!. Di sini saat bulan ramadhan tiba adalah saat dinantikan oleh semua rakyat. Gimana gak dinantikan karena ramadhan dalam tahun-tahun ini selalu berbarengan dengan masa libur panjang selama 3 bulan penuh!!. Kebetulan ramadan  tahun ini jatuh di akhir musim panas (semoga benar adanya) yaitu bulan Agustus.
Kembali mengapa ramadhan selalu dinantikan oleh umat islam di Saudi Arabia? karena pada bulan ini selain libur panjang (yang berarti acara saling kunjung-mengunjungi..sesama saudara di berbagai kota) juga orang-orang Arab dapat bonus gaji yang jumlahnya lumayan besar.
Dan satu lagi, percayalah..harga-harga di Saudi Arabia tetaplah stabil, bahkan di supermarket besar macam Carrefour, Giant dan Hyper, Panda diskon besar-besaran untuk harga pokok kebutuhan rumah tangga. Tak heran ramadhan benar-benar kharim buat rakyat Saudi Arabia dan juga para pendatang/pekerja disini.
Makanan mewah rakyat Saudi Arabia
Efek dari hal semua ini adalah sifat rakyat Saudi Arabia yang sangat royal di bulan-bulan suci ini, orang berlomba-lomba memberikan sedekah/menyediakan makanan untuk berbuka puasa bagi siapa saja yang minat. Mereka mengirim makanan ke masjid atau tempat persinggahan di pom bensin dll untuk dibagikan makanan atau minuman. Kadang di lampu merah akan dijumpai orang bersedakah memberikan air atau minuman jus dll hanya untuk sekedar berbagi.
Inilah sepintas tentang kehidupan ramadhan di Saudi Arabia khususnya di kota Jeddah. Khusus pendatang tak perlu repot masak atau beli mahal makanan, karena asal  mau semua sudah tersedia di masjid, gak perlu gengsi semua makanan dijamin halal berlimpah dan kadang sampai berlebihan mulai dari nasi dalam karton plus minuman susu/asyir/jus, buah pisang, jeruk dll semua tersedia!! kurang apa coba.
Puasa di Saudi arabia juga terasa sangat ringan, tantangannya/godaannya, karena umumnya jam kerja berubah 180 derajat. Restoran yang biasa buka habis dhuhur biasanya baru buka menjelang ashar. Hampir dipastikan tidak ada dijumpai restoran buka di pagi hari (kalo tidak pengin digaruk sama petugas). Setelah itu tutup untuk berbuka puasa dan dilanjutkan lagi setelah shalat isya sampai menjelang subuh jam 3 dini hari.
Begitupun kerja2 lainnya umumnya dilakukan di malam hari, tak heran saat ramadhan di kehidupan malam begitu terasa denyut nadinya, supermarket dah pasti penuh sesak oleh madam dan para suaminya yang memborong makanan sampai kasir pegel ngitungnya.
Masalah tarawih di Mekkah.. hmmm.. ini yang harus diincar oleh para pekerja /tki, sangat disayangkan kalo sampai abstain atau tidak sempat berkunjung kesana. Bulan ramadhan adalah bulan penuh berkah, Mekah dah pasti penuh sesak oleh jemaah umroh dari berbagai bangsa. semoga saya dan teman2 sesama muslim diberi kesempatan ibadah umroh ke Mekah di bulan yang diridhoi Allah. (Nizar/wak genok)
Diposkan oleh SENKOM MITRA POLRI KABUPATEN SIDOARJO
( Surat dari kawan di Saudi Arabia Menjelang Ramadhan)
SUMBER:     http://www.senkomsidoarjo.org/2011/07/menantikan-saat-ramadhan-di-saudi.html

Tidak ada komentar: