Sabtu, 01 Oktober 2016

Bolehkah mengkhususkan jawaban dari jazakallohu khoiron?


Asy-Syaikh Dr. Muhammad Bazmuul hafidhahullah berkata :
“Terdapat banyak riwayat dari para shahabat dan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Begitu pula banyak riwayat yang menjelaskan perbuatan para ulama. Dalam riwayat-riwayat tersebut, (ketika) dikatakan kepada mereka : ‘Jazaakallaahu khairan’, tidak ada penyebutan bahwa mereka menggunakan jawaban khusus dengan aamiin, wa iyyakum.
Oleh karena itu, pendapatku terhadap orang yang berpegang/menetapi perkataan ‘aamiin, wa iyyakum’ setelah ucapan doa – bukan hanya ucapan ‘jazaakallaahu khairan’ - , maka ia telah terjatuh dalam bid’ah yang diada-adakan dalam agama.
Jadi dalam keadaan ini, kaum muslimin dapat menggunakan kalimat ini pada satu waktu, dan tidak pada waktu yang lain. Akan tetapi ia tidak mesti berpegang pada kalimat tersebut seakan-akan hal itu merupakan sunnah yang tetap dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Wallaahu a’lam” [Diterjemahkan dari artikel bahasa Inggris di Bakkah.net].
Maka dalam hal ini seseorang boleh menjawab ketika ada seseorang yang mengucapkan padanya jazaakallaahu khairan dengan :
a.Wa iyyakum
b.Aamiin
c.Wa antum jazaakumullahu khairan.
d.dan yang lain yang semakna.

Tidak ada komentar: