Minggu, 08 Maret 2020

Syubhat alloh ada tanpa tempat dan arah


Banyak dari kaum muslimin melontarkan
pernyataan Allah ada tanpa tempat dan
arah ketika menjawab pertanyaan dimanakah Allah ? menurut mereka ketika
orang menetapkan Allah tinggi diatas arsy
diatas langit yang tujuh,konsekkwensinya
bahwa Allah ta'ala bertempat dan berarah.

Logika para mutakallimin ini sebenarnya
batil , karena sesungguhnya Allah ta'ala sudah berada di atas arsy sebelum Allah menciptakan segala sesuatu selain arsy
dan air termasuk tempat , arah, waktu,
langit , bumi dan seluruh jagad raya ini
yang merupakan makhluk yang belum
ada seperti yang dikatakan oleh
sahabat Nabi ﷺ yang mulia Ibnu 'abbas radiallahu'anhuma :

حدثنا ابو بكر ابن أبي شيبة قال حدثنا وكيع بن
الجراح عن سفيان الثوري عن أبي هاشم عن مجاهد
عن ابن عباس قال : ذكر له قوم يتكلمون بالقدر فقال
إن الله تعالى إستوى على عرشه قبل أن يخلق شيئا
فكان أول ما خلق القلم فأمره أن يكتب ما هو كائن
إلى يو القيامة
Menceritakan pada kami abu bakr bin abi
syaibah berkata menceritakan pada kami
waki' bin al jarah dari sufyan ats tsauriy
dari abi haasyim dari mujahid dari ibnu abbas berkata : disebutkan pada ibnu
abbas suatu kaum yang mereka membicarakan tentang al qadar maka
ibnu abbas berkata : Sesungguhnya Allah ta'ala tinggi diatas arsy-Nya sebelum Dia menciptakan sesuatu apa pun. danYang
pertama kali Dia ciptakan adalah al qolam Maka Dia memerintahkan al qalam untuk menulis  ( taqdir) hingga hari kiamat.

( Al firyabiy dalam al qadar: no.78,79
   Al Ajuuriy dalam: Asy syari'ah : no.666
  dari jalan al firyabiy )

Atsar ini Shahih

Abu hasyim ar rummaniy al wasithiy namanya adalah yahya bin diinar.
dikatakan : al aswad , ibnu naafi':
tsiqah. dari thabaqah ke-6 .
( Taqrib : no.8492 )

meriwayatkan dari mujaahid .
meriwayatkan darinya sufyan ats tsauriy.
( lihat tahzibul kamal secara lengkap )

Sedangkan perawi lain tak perlu
dipertanyakan lagi.mereka adalah para
imam masyhur.

Maka perhatikanlah wahai kaum
muslimin pencari kebenaran .Allah ta'ala itu sudah berada diatas arsyNya sebelum adanya tempat , arah , waktu , zaman, dan segala sesuatu di alam semesta ini , jadi bagaimana bisa dikatakan bahwa Allah ta'ala tinggi diatas arsy itu berarti Allah ta'ala bertempat dan berlokasi padahal
Dia telah ada diatas arsNya sebelum
ada yang namanya tempat.

jika para ulama mengatakan bahwa
Allah tidak bertempat maka bukan
berarti mereka menafikan Allah berada diatas arasy, karena Allah tidak membutuhkan tempat yang nota bene adalah makhluk, bahkan semua makhluk membutuhkan Allah ta'ala.

jika dikatakan bahwa Allah diatas langit
yang tujuh karena memang sudah kita
maklumi bersama bahwa keberadaan
arsy Nya Allah itu ada di atas langit bukan dibumi atau yang lainnya, maka siapapun
yang mengingkari bahwa arsy itu bukan
diatas langit yang tujuh maka ini
adalah pendapat yang bathil.

Allah Ta'ala berfirman :

ولقد رآه نزلة أخرى.عند سدرة المنتهى
عندها جنة المأوى
Dan ( Muhamad ) benar-benar telah
melihat ( Jibril dalam bentuk asli ) di
Sidratul muntaha dan didekat ( sidratul muntaha ) itu ada surga sebagai tempat tinggal.

( QS .An najm : 13-15 )

Rasulullah shallahu'alaihi wasallam
bersabda :
إذا سألتم الله فسألوه الفردوس فإنه أوسط الجنة
وأعلى الجنة.فوقه عرش الرحمن
Jika kalian meminta kepada Allah maka
mintalah surga firdaus karena
sesungguhnya surga tersebut adalah
yang pertengahan dan surga yang paling
tinggi yang diatasnya ada Arsnya Ar Rohman
( Allah ).

( HR.Al Bukhari : no.2790 )

Kita semua tahu bahwa sidratul muntaha
itu ada diatas langit yang ke tujuh
berdasarkan sabda nabi shallallahu alaihi wasallam :

رفعت لي سدرة المنتهى في السماء السابعة
Aku dibawa ke sudratul muntaha
diatas langit yang ketujuh..

( HR.Ahmad : no.12671 )

Dalam hadist lain dari abu hurairah
radiallahu'anhu Nabi ﷺ bersabda :

لماعرج بي إلى السماء السابعة ذهب بي
إلى سدرة المنتهى
Ketika Aku di mi'rajkan ke langit yg
ketujuh aku dibawa ke sidratul muntaha ...

( HR Abu ya'la : 3450 )

Dalil-dalil Al qur'an dan sunnah diatas
sangat gamblang menunjukkan
keberadaan Arsy Nya Allah diatas langit
yang tujuh.

Maka perhatikanlah perkataan imam
maalik bin anas rahimahullah ketika
beliau menetapkan Allah ta'ala di atas
langit :

حدثني أبي رحمه الله قال حدثنا سريج بن النعمان
أخبرني عبدالله بن نافع قال : مان مالك بن أنس
رحمه الله يقول : من قال القرآن مخلوق يوجع ضربا
ويحبس حتى يموت وقال : مالك رحمه الله :
الله عزوجل في السماء وعلمه مل مكان لا يخلو
منه شيء.
Menceritakan padaku ayahku
( imam ahmad) berkata menceritakan
pada kami suraij bin an nu'man
mengabarkan padaku abdullah bin naafi' berkata: Malik bin anas rahimahullah
mengatakan : barangsiapa yang
mengatakan al quran makhluk maka
pukullah sampai ia menderita dan
dipenjara hingga ia mati. dan ia juga
berkata : Allah azza wajalla diatas langit
dan ilmuNya di setiap tempat, tidak ada suatupun yang luput dariNya.

( Abdullah bin ahmad dalam : As sunah :
  no.11- 213 dan 532 , syarh ushul :
al laalika'iy: 673 ,al ajuuri : asy syariah :
  2/ no.696 )

Atsar ini : hasan

jika ada yang mengatakan bahwa yang pertama kali Allah ciptakan adalah
al qalam bukan arsy , berdasarkan hadist riwayat imam tirmidzi :

Sesungguhnya makhluk pertama yang
Allah ciptakan adalah qolam ( pena)
Allah berfirman : tulislah !.......dst.

( At tirmudzi berkata : hasan gharib )

ini adalah pendapat yang lemah.
- wallahu A'lam -

Hadist ini bukanlah menafikan arsy
sebagai makhluk pertama yang Allah
ciptakan, akan tetapi hanya sebagai
khabar bahwa al qolam adalah makhluk
pertama yang diciptakan setelah arsy
dan air.

Hal ini diperkuat oleh hadist yang diriwayatkan oleh imam al bukhari didalam shahihnya :

كان الله ولم يكن شيئ غيره وكان عرشه على الماء
وكتب في الذكر شيئ وخلق السموات والأرض
Allah ta'ala itu dahulunya tidak ada
sesuatupun selain DirINya, dan Ars-Nya
diatas air dan ditulis didalam
adz dzikr ( lauhul mahfudh )  segala sesuatu
( yang akan terjadi ) lalu Dia menciptakan langit dan bumi.

( HR. Al bukhari )

tampak jelas dalam hadist diatas bahwa
 'arsy dan air telah ada sebelum Dia
( Allah) menciptakan al qalam.

Ibnu Abil 'Izz rahimahullah berkata :

فهذ صريح أن التقدير وقع بعد خلق العرش
والتقدير وقع عند أول خلق القلم
ini sangat jelas bahwa takdir itu terjadi
setelah diciptakannya arsy , dan takdir
itu terjadi setelah diciptakaanya qolam.
( pena ).

( Syarh aqidah thahawiyah : 2/345 )

Al hafidh Ibnu hajar rahimahullah
berusaha menjamak antara kedua hadist yang seolah-olah bertentangan :

فيجمع بينه وبين ماقبله بأن أولية القلم بالنسبة
إلى ما عدا الماء والعرش
Maka cara menjamak antara kedua hadist
tersebut adalah karena qolam ( pena) yang pertama diciptakan jika dinisbahkan pada selain dari air dan Arsy.

( Fathul baari : 6/289 )

Dan ini adalah pendapat yang kuat
-insya Allah-  berdasarkan hadis Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam serta atsar
dari ibnu Abbas diatas.

Oleh karenanya pendapat yang
mengatakan bahwa Allah ada tanpa
tempat dan arah tertolak secara akal
dan nash dari al qur'an dan sunnah serta
atsar dari para sahabat radiallahuanhum

Tidak ada komentar: