Rabu, 08 April 2020

Doa tolak bala' berisi kesyirikan(lii khomsatun)

*Awas, Beredar Anjuran Doa Tolak Bala Rasa Syi'ah Bumbu Syirik*
----------------------

Mungkin banyak orang yang tidak memperhatikan. terdapat himbauan agar umat muslim membaca doa tolak bala yang lafaznya sebagai berikut;

لي خمسة أطفي بها حر الوباء الخاتمة ** المصطفى والمرتضى وابناهما وفاطمة

Artinya:
_"aku punya lima (sosok), yang dengannya aku memadamkan panasnya wabah, -mereka adalah- Nabi penutup al-Musthofa, al-Murtadho ('Ali), kedua putranya (Hasan & Husein), dan Fathimah "_

Berikut adalah beberapa tanggapan atas doa yang dikatakan doa tolak bala tersebut:

1. Sebenarnya, lafaz yang dikatakan doa tolak bala tersebut adalah syair yang dinukil oleh Ahmad Ridho Khan al-Balerwi (1856-1921) pendiri Tarekat Sufi al-Balerwiyyah dari Pakistan. Dia terindikasi kuat pengagum berat Syi'ah namun berkedok Sunni. Syair yg dinukilnya dalam al-Fatawa ar-Radhwiyyah (6/187) itu berbunyi:

لِي خَمْسَةٌ أُطْفِي بِهاَ حَرَّ الوَباَءِ الحاطِمَة
المُصْطَفَى وَالمُرتَضَى وَابْناَهُماَ وَفَاطِمَة

Artinya:
_"aku punya lima (sosok), yang dengannya aku memadamkan panasnya wabah yang dahsyat, -mereka adalah-; al-Musthofa (Nabi), al-Murtadho ('Ali), kedua putranya (Hasan & Husein), dan Fatimah "_

Tulisan-tulisan Ahmad Ridho Khan al-Balerwi banyak sekali mengandung pengkultusan melampaui batas pada Ahlul Bait. Dia juga sering membawakan riwayat-riwayat Syi'ah, seperti;

إن علياً قسيم النار

"Sesungguhnya 'Ali dalah pembagi neraka". [al-Amnu wal-'Ula: 58, al-Balerwi]

2. Jelas sekali lafaz syair yang dikatakan doa tolak bala tersebut tidak mengandung ungkapan permintaan kepada Allah sama sekali, justru mengandung unsur kesyirikan, jika melihat makna zhahirnya. Paling tidak syirik kecil, jika dimaksudkan sebagai tawassul kepada Allah melalui _jah_ (kehormatan) Nabi dan Ahlul Bait. Karena tidak ada riwayat yang shahih bahwa para sahabat-sahabat terkemuka semisal Abu Bakar dan 'Umar, dan juga ribuan Sahabat lainnya, pernah bertawassul dengan _jah_ Ahlul Bait sepeninggal Nabi.

Tawassul yang disyariatkan, hanya ada tiga (3) bentuk;
🍒 Tawassul dengan amal shalih
🍒 Tawassul dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah dalam doa.
🍒 Tawassul melalui do'anya orang shalih yang masih hidup.
Hanya tiga ini yang ada dalil-dalilnya yang shahih.

3. Adapun jika diyakini bahwa kelima hal itu mampu dengan sendirinya menangkal bala', maka jelas ini termasuk syirik besar yang bisa mengeluarkan dari Islam, na'udzubillah.

4. Lalu di manakah Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Kuasa dalam lafaz syair yang katanya doa tolak bala tersebut? Sama sekali tidak disebutkan Allah di situ. Padahal hanya Dia yang mengabulkan doa. Hanya Dia yang mampu menolak dan mengangkat bala'. Bahkan Dia-lah yang menciptakan Rasullulah 'alaihissholatu wassalam, 'Ali, Fathimah, Hasan, dan Husein radhiallahu 'anhum ajma'in.

5. Kenapa justru bukan doa-doa dari al-Quran atau yang asli datang dari Nabi yang dianjurkan? Doa manakah yang lebih mulia dan lebih hebat; doa yang diturunkan Allah, yang diajarkan langsung oleh Rasulullah, ataukah doa buatan manusia yang tidak jelas siapa dia, yang justru lebih kental aroma Syi'ah-nya?

6. Jika kita renungkan, justru doa-doa tolak bala yang diajarkan al-Quran atau yang dituntunkan Rasullulah, mengandung ikrar Tauhidullah. Ini jauh bertolak belakang dengan kandungan lafaz syair yang katanya doa tolak bala tersebut.

Contohnya, lafaz dzikir yang diucapkan oleh Yunus 'alaihissalam ketika ditelan ikan Hut yang besar:

لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبۡحَٰنَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

_”Tidak ada ilah yang berhak diibadahi (dan dimintai pertolongan) selain Engkau Ya Allah, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zhalim.”_ -Sura Al-Anbiya': 87.

Berkat tahlil dan tasbih tersebut, Allah menyelamatkan Yunus 'alaihissalam.

Adapun dzikir yang diajarkan Nabi ketika terjadi kesusahan dan kesempitan, contohnya adalah;

لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ العَظِيمُ الحَلِيمُ، لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ، لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأرْضِ وَرَبُّ العَرْشِ الكَرِيمِ

_"Tidak ada ilah selain Allah yang Maha Agung lagi Maha Penyantun (yang tidak tergesa-gesa dalam menghukum). Tidak ada ilah selain Allah, Rabbnya 'Arsy yang agung. Tidak ada ilah selain Allah, Rabb bagi segenap langit dan bumi, dan Rabbnya 'Arsy yang mulia."_ [Shahih al-Bukhari: 7426, Muslim: 2730]

Lihatlah, semuanya mengandung ikrar Tauhid. Berarti dengan tauhid, kita akan diselamatkan di dunia dan akhirat.

7. Justru di saat-saat seperti ini, seluruh umat semestinya kembali murni menyeru Allah semata. Sungguh aneh, justru orang-orang musyrik terdahulu, jika mengalami suasana genting, mereka kembali memurnikan doa mereka hanya kepada Allah saja. Mereka lupakan berhala-berhala mereka. Allah pun menyelamatkan mereka. Hanya saja, setelah mereka diselamatkan Allah, mereka kembali berbuat kesyirikan dengan menyeru selain Allah.

فَإِذَا رَكِبُواْ فِي ٱلۡفُلۡكِ دَعَوُاْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ فَلَمَّا نَجَّىٰهُمۡ إِلَى ٱلۡبَرِّ إِذَا هُمۡ يُشۡرِكُونَ

_"Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)."_ -Sura Al-Ankabut: 65.

Nah, apakah kita justru akan melakukan sebaliknya? Menyeru selain Allah di saat musibah seperti ini? Kita tidak boleh lupa, bahwa binasanya umat-umat terdahulu, justru karena mereka berbuat kesyirikan, mereka menyeru kepada selain Allah. Ini banyak dikisahkan dalam al-Quran.

Tidak ada tempat berlari dari azab Allah melainkan dengan kembali kepada Allah semata, dengan menghilangkan sekecil apapun ketergantungan di hati terhadap makhluk.

________
*Referensi:*
--- موسوعة الفرق: الطريقة البريلوية (dorar.net)

Tidak ada komentar: