Kamis, 23 Mei 2019

Doa penguasa dholim tetap berkuasa

Syekh Al-Islam Ibnu Taimiyah -Rahimahullah- mengatakan,

"jika disebutkan tentang Hajjaj bin Yusuf dan orang dzhalim seperti dia, maka kami mengatakan sebagaimana yang Allah firmankan dalam Al-Quran

 ألا لعنة الله على الظالمين
(Ingatlah, laknat Allah akan ditimpakan kepada orang yang dzhalim)

Dan kami tidak memilih untuk melaknat personnya, meski ada sekelompok Ulama yang melaknat -Yazid bin Muawiyah-, madzhab dalam masalah ini terbuka peluang ijtihad di dalamnya, namun pendapat inilah yang lebih baik dan kami congdong memilihnya" (Majmu' Al-Fatawa 4/297)"

---

Imam Adz-Dzahabi -Rahimahullah- mengatakan tentang Hajjaj bin Yusuf,

"Dia orang dzhalim, kejam, nashibi, buruk, dan suka menumpahkan darah, dia juga pemberani, ahli pembuat makar dan siasat, fasih dan memuliakan Al-Quran

Saya telah menuliskan buruknya sejarah hidupnya dalam kitab Tarikh Al-Kabir, bagaimana dia mengepung Abdullah bin Zubair dan Ka'bah dengan melemparinya manjanik, penghinaannya terhadap penduduk Haramain,  menjadi Penguasa di Iraq dan Timur selama 20 tahun, berperang dengan Ibnu Al-Asy'ats, dan dia adalah orang yang suka mengakhirkan shalat sampai Allah mrmbinasakannya

Kami mencelanya dan tidak mencintainya, membencinya karena Allah karena sikap seperti ini adalah cerminan ikatan keimanan yang paling kuat

Dia memiliki kebaikan dalam lautan perbuatan buruknya dan urusannya kita serahkan kepada Allah"  (Siyar A'lam An-Nubala 4/343)

---

"Siapa yang mendo'akan penguasa zalim agar tetap tegar di atas kekuasaannya, maka ia berarti suka bila Allah didurhakai"

Sufyan Ats-Tsauriy dalam Tahdzib Hilyatil-Auliyaa' (2/393)

Tidak ada komentar: