Senin, 07 Desember 2015

PASANG SUSUK BERKEDOK AGAMA




SYUBHAT : Ar-Ramli (ulama mazhab Syafi'i) dalam Nihayah Al-Muhtaj, hlm. 1/106 menyatakan secara eksplisit bolehnya memakai susuk dengan sejumlah syarat:

وقع السؤال عن دق الذهب والفضة وأكلهما منفردين أو مع انضمامهما لغيرهما من الأدوية هل يجوز ذلك كغيره من سائر الأدوية أم لا يجوز لما فيه من إضاعة المال ؟ والجواب عنه أن الظاهر أن يقال فيه أن الجواز لا شك فيه حيث ترتب عليه نفع بل وكذا إن لم تحصل فيه ذلك لتصريحهم في الأطعمة بأن الحجارة ونحوها لا يحرم منها إلا ما أضر بالبدن أو بالعقل وإما تحليل الحرمة بإضاعة المال فممنوع لأن الإضاعة إنما تحرم حيث لم تكن لغرض وما هنا لقصد التداوي وصرحوا بجواز التداوي باللؤلؤ في الإكتحال وربما زادت قيمته على المذهب .

Artinya: Ada pertanyaan tentang memakan emas dan perak secara sendiri atau mencampurnya dengan obat yang lain apakah itu boleh seperti obat yang lain atau tidak karena mengandung unsur menyia-nyiakan harta? Jawabnya adalah boleh karena mengandung manfaat walaupun seandainya tidak berhasil .. kecuali apabila membahayakan badan dan akal.. Ini juga tidak termasuk membuang-buang harta karena ada tujuannya yaitu untuk berobat. Ulama menjelaskan bolehnya berobat dengan mutiara dalam celak .. menurut mazhab terpilih.

Jadi, syaratnya menurut Imam Romli adalah asal tidak membahayakan fisik.

JAWAB : itu kesimpulan dari kantong ente sendiri.distorsi ilmiah penyunatan terjemah tidak diterjemahkan
 عن دق الذهب والفضة

menumbuk emas dan perak.
Itu namanya makan emas bukan pakai susuk.jadi salah alamat kalau berdalil dg itu

SYUBHAT: Dalam kitab Bulghah Al-Tullab, hlm. 96 dijelaskan:

( مسئلة ت ) غرز إبرة الذهب أو الفضة في جلد الرجل كما هو معروف في بعض بلدان للتداوي أو القوة أو غير ذلك جائز لأنه لايعد لبسا لأنها مستورة وليس هذا من الوشم لاستتارها وعدم ظهور دم فيه .

Artinya: Memasang jarum emas atau perak ke dalam kulit laki-laki (atau perempuan) sebagaimana dikenal di sebagian negara untuk pengobatan atau kekuatan atau lainnya hukumnya boleh karena tidak dianggap memakai emas. Karena benda tersebut tertutup dan tidak termasuk tato karena tertutup di dalam tubuh dan tidak tampak adanya darah di dalamnya.
JAWAB : jelas ini gagal faham terhadap hakikat susuk.semua penggemar susuk pasti ketawa mendengarnya.karena susuk dipasang dengan mantra tertentu atau dg emas tertentu yg di yakini punya daya magis tertentu tidak sembarang emas ditoko.disinilah letak larangannya yaitu jampi penuh kesyirikan atau minta bantuan syetan atau menerima kekuatan syetan dalam susuk itu.jadi bukan sekedar memasukkan jarum emas seperti pengobatan cina tusuk jarum dan semisalnya.jauh beda kalau tusuk jarum murni pengobatan tanpa mantra atau jarum bertuah.
Inilah yg dimaksud nabi dengan tiwalah alias pengasihan.
Imam alqoriy dalam kitab ‘aunul ma’bud juz 10 hal 262 :
والتوله بكسر التاء وبضم وفتح الواو نوع من السحر أو خيط يقرأ فيه من السحر أو قرطاس يكتب فيه شيء من السحر للمحبة أو غيرها
Dan attiwalah dg kasroh ta’nya atau dhommah dan wawunya fathah termasuk jenis sihir atau benang yg dibacakan didalamnya suatu sihir atau kertas ditulis didalamnya suatu sihir untuk pengasihan atau selainnya.
Imam An Nawawi mengutip pernyataan Abu ‘Ubaid, ia berkata :
التولة – بكسر التاء – هو الذى يحبب المرأة إلى زوجها وهو من السحر قال وذلك لا يجوز
At Tiwalah –dengan dibaca kasroh pada huruf Ta’- adalah jimat yang dipergunakan untuk menjadikan perempuan mencintai suaminya, dan hal ini adalah termasuk bagian dari sihir. Abu Ubaid berkata : “Yang demikian itu tidak boleh.” (Al Majmu’ Syarah Al Muhadzdzab, vol. 9, hlm. 66)
Jadi bukan masalah emas atau peraknya bahkan kadang dai besi /gotri(bahasa jawa) untuk kebal.bukan sekedar beli emas di toko lalu dimasukkan kedalam kulit..tidak begitu.kalau Cuma kayak begitu ngapain mereka yg ingin pasang susuk tidak berbondong-bondong ke toko emas lalu suruh masang dokter..eee malah datang dukung atau kyai slametan

Tidak ada komentar: