Selasa, 14 Januari 2014

alfurqon(ahlu sunnah) vs kyai abangan (ahli bid'ah)


AHLUSUNNAH: “Bid’ah hasanah tidak ada. Karena agama telah sempurna, sebagaimana dalam firman Allah:

اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا

“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan bagimu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepada kamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam sebagai agamamu.” (QS al-Ma-idah : 3).

AHLI BID'AH: “Ayat di atas tidak menolak adanya bid’ah hasanah. Dalil bid’ah hasanah terdapat dalam al-Qur’an dan sekian banyak hadits, yang tidak Anda komentari dalam artikel lemah Anda. Para ulama salaf, tidak ada yang menafsirkan ayat tersebut, dengan makna menolak bid’ah hasanah seperti yang dipahami oleh penganut faham Wahabi. Dalam kitab tafsir al-Durr al-Mantsur fi al-Tafsir bil-Ma’tsur, al-Hafizh al-Suyuthi mengutip banyak riwayat dari ulama salaf tentang ayat tersebut, semuanya berkisar antara menafsirkan, bahwa keimanan umat Islam telah sempurna, dan makna bahwa ibadah haji umat Islam telah sempurna, dengan ditaklukkannya Kota Mekkah dan dilarangnya kaum Musyrik menunaikan ibadah haji. (Lihat, al-Hafizh Jalaluddin al-Suyuthi, al-Durr al-Mantsur, juz 5 hal. 181 dan seterusnya).”

TANGGAPAN :anda kurang cermat wahai pak kyai abangan,baca baik-baik jangan ambil sesuai hawa nafsu doang.. وأخرج اسحق بن راهويه في مسنده وعبد بن حميد عن أبي العالية قال : كانوا عند عمر فذكروا هذه الآية فقال رجل من أهل الكتاب : لو علمنا أي يوم نزلت هذه الآية لاتخذناه عيدا
فقال عمر : الحمد لله الذي جعله لنا عيدا واليوم الثاني نزلت يوم عرفة واليوم الثاني يوم النحر فاكمل لنا الامر فعلمنا ان الامر بعد ذلك في انتقاص
وأخرج ابن أبي شيبة وابن جرير عن عنترة قال : لما نزلت { اليوم أكملت لكم دينكم } وذلك يوم الحج الاكبر بكى عمر فقال له النبي صلى الله عليه وسلم مايبكيك قال : أبكاني انا كنا في زيادة من ديننا فاما اذ كمل فانه يكمل شيء قط إلا نقص
فقال : صدقت
artinya : dikeluarkan ishaq ibn rohawaih dalam musnadnya dan 'abd ibn hamid dari abul 'aliyah : mereka disisi umar maka mereka menyebut ayat ini maka berkatalah seorang lelaki dari ahli kitab : kalau kami tahu yakni hari turunnya ayat ini,sungguh kami akan menjadikannya hariraya.maka berkatalah umar:segala puji bagi alloh yang telah menjadikannya hariraya dan hari keduanya yakni turun hari arafah dan hari keduanya hariraya penyembelihan,maka alloh telah menyempurnakan bagi kami urusan agama kami,maka kami mengerti setelah itu perkara dalam kekurangan.
dan dikeluarkan ibnu abi syaibah ibnu jarir dari 'antaroh berkata : ketika turun ayat(اليوم أكملت لكم دينكم) dan itu saat hari haji akbar menangislah umar,maka berkata kepadanya rosul:apa yg membuatmu menangis ?,maka umar berkata:membuatku menangis karena dulu kami terus mendapat penambahan dari perkara agama kami,adapun ketika telah sempurna agama,maka tidak disempurnakan sesuatu selamanya kecuali itu sebuah kekurangan (Lihat, al-Hafizh Jalaluddin al-Suyuthi, al-Durr al-Mantsur, juz 5 hal. 18) 
telah jelas dan gamblang sempurnanya islam dari segala bentuk penambahan termasuk BID'AH HASANAH.
Berkata al-Imam Malik rahimahullah:

من ابتدع في الإسلام بدعة يراها حسنة فقد زعم أن محمداً خان الرسالة» لأن الله- عز وجل- قال: ?الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ? [المائدة: 3] فمن لم يكن يومئذ ديناً فمتى يكون اليوم ديناً؟!!.

“Barangsiapa mengada-adakan didalam islam suatu kebid’ahan yang dia melihatnya sebagai sebuah kebaikkan , sungguh dia telah menuduh bahwa Muhammad mengkhianati risalah, karena Allah Ta’aala telah berfirman (yang artinya):”Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikmatku, dan telah kuridhai islam itu menjadi agama bagimu.” (al-Maidah:3) Maka sesungguhnya apa yang tidak menjadi agama pada hari itu, tidak menjadi agama pula pada hari ini.” (Silahkan lihat Al’Itsham, Imam Asy Syatibi:1/64)

Tidak ada komentar: