Sabtu, 25 Januari 2020

Perkataan jilbab tidak wajib pernyataan jahil, ajakan menuju budaya jahiliyyah


Sebelum era Islam, masyarakat Arab jahiliyyah tidak mempunyai budaya menutup aurat. Bahkan, mereka thawaf mengelilingi Ka’bah dengan telanjang.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ. ح وحَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ نَافِعٍ وَاللَّفْظُ لَهُ، حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ، عَنْ مُسْلِمٍ الْبَطِينِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: " كَانَتِ الْمَرْأَةُ تَطُوفُ بِالْبَيْتِ وَهِيَ عُرْيَانَةٌ، فَتَقُولُ: مَنْ يُعِيرُنِي تِطْوَافًا تَجْعَلُهُ عَلَى فَرْجِهَا، وَتَقُولُ:.
الْيَوْمَ يَبْدُو بَعْضُهُ أَوْ كُلُّهُ         فَمَا بَدَا مِنْهُ فَلَا أُحِلُّهُ "
" فَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyaar : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far (ح). Dan telah menceritakan kepadaku Abu Bakr bin Naafi’ - dan lafadh hadits ini adalah miliknya - : Telah menceritakan kepada kami Ghundar : Telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Salamah bin Kuhail, dari Muslim Al-Bathiin, dari Sa’iid bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbaas, ia berkata : “Dulu para wanita melakukan thawaf di Baitullah dengan telanjang seraya berkata : ‘Siapakah yang mau meminjamiku baju untuk thawaf yang digunakan menutupi kemaluan?’. Dan wanita itu berkata : ‘‘Pada hari nampak sebagian atau seluruhnya…. Dan apa yang telah nampak darinya, aku tidak menghalalkannya’. Maka turunlah ayat ini : ‘Pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid’ (QS. Al-A’raaf : 31)” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 3028].
وحَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: " كَانَتِ الْعَرَبُ تَطُوفُ بِالْبَيْتِ عُرَاةً إِلَّا الْحُمْسَ وَالْحُمْسُ قُرَيْشٌ، وَمَا وَلَدَتْ كَانُوا يَطُوفُونَ عُرَاةً إِلَّا أَنْ تُعْطِيَهُمُ الْحُمْسُ ثِيَابًا، فَيُعْطِي الرِّجَالُ الرِّجَالَ وَالنِّسَاءُ النِّسَاءَ
Dan telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib : Telah menceritakan kepada kami Abu Usaamah : Telah menceritakan kepada kami Hisyaah, dari ayahnya (‘Urwah bin Jubair), ia berkata : “Dulu orang Arab melakukan thawaf di Baitullah dengan telanjang, kecuali humus, dan humus adalah orang Quraisy dan keturunannya. Mereka (orang-orang Arab jahiliyyah) melakukan thawaf sambil telanjang, kecuali apabila diberi pakaian oleh humus. Laki-laki memberi pakaian kepada laki-laki, dan wanita memberi pakaian kepada wanita….” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 1219. Diriwayatkan juga oleh Al-Bukhaariy no. 1665].
حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ: كَانَ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ يَطُوفُونَ بِالْبَيْتِ عُرَاةً، يَقُولُونَ: نَطُوفُ فِي ثِيَابِنَا الَّتِي نُصَلِّي فِيهَا فَكَانَتِ الْمَرْأَةُ تَطُوفُ عُرْيَانَةً وَتَقُولُ:
الْيَوْمُ يَبْدُو بَعْضُهُ أَوْ كُلُّهُ         وَمَا بَدَا مِنْهُ فَلا أُحِلُّهُ
Telah menceritakan kepada kami Hammaad bin Zaid : Telah menceritakan kepada kami Ayyuub, dari Sa’iid bin Jubair, ia berkata : “Dulu orang-orang Jahiliyyah melakukan thawaf di Baitullah dengan telanjang. Mereka berkata : ‘Kami thawaf dengan pakaian-pakaian kami yang kami shalat dengannya. Wanita melakukan thawaf dengan telanjang seraya berkata : ‘Pada hari nampak sebagian atau seluruhnya…. Dan apa yang telah nampak darinya, aku tidak menghalalkannya’ [Diriwayatkan oleh ‘Affaan bin Muslim dalam Ahaadiits-nya no. 83; shahih].

Tidak ada komentar: