Sabtu, 13 September 2014

Sholat Ditempat Yang Pernah Digunakan Nabi Sholat ???


Imam Al Bukhori meriwayatkan hadits dengan sanad bersambung sampai kepada Musa bin ‘Uqbah, ia berkata :

رَأَيْتُ سَالِمَ بْنَ عَبْدِ اللهِ يَتَحَرَّى أَمَاكِنَ مِنْ الطَّرِيقِ فَيُصَلِّي فِيهَا وَيُحَدِّثُ أَنَّ أَبَاهُ كَانَ يُصَلِّي فِيهَا وَأَنَّهُ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِي تِلْكَ الْأَمْكِنَةِ

Aku pernah melihat Salim bin Abdillah, ia sedang mencari tempat-tempat di tepi jalan, kemudian dia sholat di tempat-tempat tersebut. Salim menceritakan ; bahwa ayahnya (Abdulloh Ibn Umar) pernah sholat di tempat-tempat tersebut, dan beliau pernah melihat Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam sholat di tempat-tempat tersebut. (HR. Al Bukhori)

Ketika menjelaskan hadits diatas, Al Hafidh Ibnu Hajar menyampaikan hadits lain dengan tema yang sama, kemudian beliau berkata :
فَهُوَ حُجَّةٌ فِي التَّبَرُّكِ بِآثَارِ الصَّالِحِيْنَ

Maka hal tersebut menjadi hujjah (dalil) Tabarruk dengan peninggalan orang-orang sholih. (Fathul Bari, vol. 1 hlm. 569)
perhatikan kalimat الصَّالِحِيْنَ dg Al menunjukkan kekhususan bagi orang yg sholih tertentu yg dijamin punya berkah seperti para nabi.

adapun ibnu umar insyaalloh terjaga aqidahnya,sedangkan anda siapa yang menjamin ?
seperti dikatakan syekh al 'aini :
إن عمر إنما خشي أن يلتزم الناس الصلاة في تلك المواضع حتى يشكل على من يأتي بعدهم فيرى ذلك واجبا وعبد الله بن عمر كان مأمونا من ذلك 
sesungguhnya umar kawatir manusia merasa diharuskan sholat di tempat2 itu sehingga menyulitkan orang sesudahnya karena menyangkanya suatu keharusan sedangkan ibnu umar terjaga dari itu semua (umdatul qori juz 7 hal 198)
siapa yg menjamin kyai punya berkah ???
adapun hadits :
عَنْ ابْنِ عَبَّاس قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلّمَ (( الْبَرَكَةُ مَعَ أَكَابِرِكُمْ ))
Dari Ibnu Abbas, ia berkata : Rosululloh shollalloho ‘alaihi wasallam bersabda : “Barokah itu bersama orang-orang bersar diantara kalian.” (HR. Al Hakim dan Ibnu Hibban) telah dijelaskan ibnu mas'ud

قال ابن مسعود رضي الله عنه :" لا يزال الناس بخير ما أخذوا العلم عن أكابرهم
ibnu mas'ud berkata :senantiasa manusia dalam kebaikan selama mereka mengambil ilmu oran2 besar mereka.riwayat baihaqi
jadi maksudnya besar ilmunya yaitu ulama' atau besar umurnya yakni orang tua.
namun yg perlu diperhatikan cara mengambil berkahnya dg menimba ilmu ulama' bukan mengais bekas2nya.dg menghormati orang tua bukan sungkem pada mereka.
ليس منا من لم يرحم صغيرنا ويوقر كبيرنا
Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil kami dan tidak menghormati orang sudah tua kami(HR.tirmidzi dishohihkan albani dalam sohihul jami' no.5445)

Tidak ada komentar: